Latest Entries »

Rabu, 10 Maret 2010

LAS

Definisi las adalah: suatu proses penyambungan plat atau logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa tekanan. Yaitu dengan cara logam yang akan disambung dipanaskan terlebih dahulu hinga meleleh, kemudian baru disambung dengan bantuan perekat ( filler ). Selain itu las juga bisa didefinisikan: sebagai ikatan metalurgi yang timbul akibat adanya gaya tarik antara atom.

Bedasarkan pelaksanaannya las dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Pengelasan Cair

Dimana logam induk dan bahan tambahan dipanaskan hingga mencair, kemudian membiarkan keduanya membeku sehingga membentuk sambungan.


2. Pengelasan Tekan

yaitu dimana kedua logam yang disambung, dipanaskan hingga meleleh, lalu keduanya ditekan hingga menyambung Adapun pengelasan tekan itu sendiri dibagi menjadi :

a. Pengelasan tempa Merupakan proses pengelasan yang diawali dengan proses pemanasan pada logm yang diteruskan dengan penempaan (tekan) sehingga terjadi penyambungan logam. Jenis logam yang cocok pada proses ini adalah baja karbon rendah dan besi, karena memiliki daerah suhu pengelasan yang besar.

b. Pengelasan tahanan
Proses ini meliputi :

1. Las proyeksi

Merupakan proses pengelasan yang hasil pengelasannya sangat dipengaruhi oleh distribusi arus dan tekanan yang tepat. Prosesnya yaitu pelat yang akan disambung dijepit dengan elektroda dari paduan tembaga, kemudian dialiri arus yang besar.

2. Las titik prosesnya hampir sama dengan las proyeksi, yaitu pelat yang akan disambung dijepit dahulu dengan elektroda dari paduan tembaga, kemudian dialiri arus listrik yang besar, dan waktunya dapat diatur sesuai dengan ketebalan pelat yang akan dilas.

3. Las Kampuh Merupakan proses pengelasan yang menghasilkan sambungan las yang kontinyu pada dua lembr logam yang tertumpuh. Ada tiga jenis las kampuh, yaitu las kampuh sudut, las kampuh tumpang sederhana dan las kampuh penyelesaian.

3. Pematrian

adalah seperti pengelasan cair, akan tetapi bedanya adalah penggunaan bahan tambahan/ filler yang mempunyai titik leleh dibawah titik leleh logam induk. Pengelasan fusion dapat dibedakan menjadi :

a. Pengelasan Laser
Merupakan pengelasan yang lambat dan hanya diterapkan pada las yang kecil, khususnya dalam industri elektronika.

b. Pengelasan Listrik

berkas elektron Pengelasan jenis ini digunakan untuk pengelasan pada logam biasa, logam tahan api, logam yang mudah teroksidasi dan beberapa jenis paduan super yang tak mungkin dilas.

c. Pengelasan thermit
Merupakan satu-satunya pengelasan yang menggunakan reaksi kimia eksotermis sebagai sumber panas. Thermit merupakan campuran serbuk Al dan Oksida besi dengan perbandingan 1 : 3

BRAZING

Brazing adalah Proses pada sambungan dua potongan bagian metal dengan menerapkan panas dan menambahkan filler metal. Filler/pengisi, yang mana mempunyai suatu titik-lebur yang lebih rendah dibanding dengan metal yang akan di sambungkan. Pada part barazing dengan clearance yg kecil kecil, pengisi bisa mengalir ke dalam sambungan oleh gaya kapilaritas. Temperatur dari cairan pengisi pada brazing melebihi 800°F ( 430°C). Pada pekerjaan solder/pematrian, suatu proses terkait, filler/pengisi metal di bawah temperatur itu. Sambungan Brazing pada umumnya lebih kuat dari sambungan solder. Kebanyakan metal dapat dibrazing, dan cakupan dari campuran logam tembaga yang tersedia telah meningkat ketika campuran logam baru dan kebutuhan jasa baru diperkenalkan. Sambungan Brazing adalah sangat dapat dipercaya dan digunakan secara ekstensif pada roket, mesin jet, dan pesawat terbang komponen.

Brazing berbeda dengan welding, di mana terletak pada temperatur tinggi yang digunakan, material dasar meleleh dan material pengisi mempunyai komposisi yang sama dari material dasar. Dengan dua sambungan pada geometri yang sama, suatu sambungan brazing tidak sekuat las-lasan tetapi jika dirancang & dieksekusi, suatu sambungan brazing adalah lebih kuat dari parent metal. perhitungan yang cermat pada sambungan geometri menghasilkan kekuatan pada sambungan itu & pemeriksaan dengan baik antara dua komponen yang di sambung bagaimanapun, dapat menghasilkan sambungan brazing yang sangat kuat juga. Sasaran sambungan menjadi ilmu ukur yang paling lemah untuk kekuatan yang dapat diregangkan. Lap joint/sambungan bertumpuk adalah banyak lebih kuat.

Keuntungan Brazing

* Temperatur rendah pada brazing dan brass-welding adalah sedikit kemungkinan terjadinya distorsi pada benda kerja
* Hubungan temperatur yang rendah dengan brazing Vs welding dapat meningkatkan kecepatan sambungan dan mengurangi bahan bakar pemakaian gas.

* Brazing dapat lebih mudah untuk pemula untuk belajar dibanding mengelas.

* Untuk benda kerja yg tipis ( e.g., pelat logam atau pipa thin-walled) brazing adalah lebih sedikit untuk mengakibatkan burn-through.

* Brazing juga suatu teknik yang efektif dan murah untuk produksi massal. Komponen dapat dirakit dengan plug material pengisi yang diposisikan pada sambungan dan kemudian dipanaskan di dalam suatu tungku perapian atau melewati pemanasan stasiun assembly. Pengisi yang dipanaskan kemudian mengalir ke dalam sambungan oleh capillary action.

* Sambungan Braze-welded biasanya mempunyai embun/manik-manik yang tidak memerlukan tambahan menggerinda atau finishing. material pengisi yang paling umum adalah warna emas, tetapi pengisi yang lebih cocok memenuhi warna dari material dasar dapat digunakan jika penampilan di butuhkan.

Soldering

Soldering (proses menyolder) didefinisikan dengan “menggabungkan beberapa logam (metal) secara difusi yang salah satunya mempunyai titik cair yang relatif berbeda”. Dengan kata lain, kita bisa menggabungkan dua atau lebih benda kerja (metal) dimana salah satunya mempunyai titik cair relatif lebih rendah, sehingga metal yang memiliki titik cair paling rendah akan lebih dulu mencair. Ketika proses penyolderan (pemanasan) di hentikan, maka logam yang mencair tesebut akan kembali membeku dan menggabungkan secara bersama-sama metal yang lain. Proses menyolder biasanya diaplikasikan pada peralatan elektronik untuk menempelkan/menggabungkan komponen elektronika pada papan circuit (PCB).

• Las dengan SMAW (Shielded Metal Arc Welding)/ Stick

termasuk jenis las listrik dengan elektroda termasuk sebagai filler metal, sering di sebut consumable electrode. Elektroda (filler metal) di bungkus oleh material pembungkus, yang berfungsi untuk:

• Membentuk gas pelindung

• Menstabilkan busur listrik

• Berfungsi sebagai flux untuk mengikat pengotor dalam logam cair

• Membentuk slag sebagai lapisan pelindung daerah lasan

• Mengurangi percikan logam cair dan menaikkan deposit logam

• Menambahkan unsur paduan di weld metal

• Meaikkan penetrasi busur listrik

· Mempengaruhi bentuk manik las

· Sebagai penambah pada logam pengisi

Klasifikasi elektroda menurut AWS (American Welding Society):

E 70 1 8

E = elektroda, bisa carbon steel atau low-alloy steel

70 = kekuatan sambungan las sebelum di lakukan treatment selanjutnya. Pada cotoh ini 70 ksi.

1 = posisi pengelasan.

Ada 4 posisi pengelasan: flat, horizontal, vertical, over head.

1: all, 2: flat and horizontal, 3: flat only

8 = tipe pelapis.

Ada 8 tipe pelapis;

0: cellulosic, cellulosic + Ca and K;

2 : Titania;

3 : High titania-potassium;

4 : titania + iron powder;

5 : low hydrogen (lime);

6 : low hydrogen + potassium;

7 : cellulosic + iron powder;

8 : low hydrogen + iron powder.

Material Pembungkus Elektroda:

* Cellulosic : 50% SiO2, 15% TiO2, FeO, MgO, Na2O, 30% volatile

* Titania : 30% SiO2, 15% TiO2, FeO, MgO, Na2O, 30% volatile

Keuntungan manual welding (MMA/SMAW):

· welding equipment yang di gunakan simple

· beberapa jenis flux dapat di plih sesuai dengan sifat mekanik yang diinginkan

· lebih tahan terhadap angin di banding proses yang memakai gas pelindung

· memungkinkan pengelasan pada segala posisi

* Las GMAW (Gas Metal Arc Welding)/ Mig

Pada metode pengelasan ini, gas pelindung juga sebagai filler metal. Gas yang digunakan sebagai pelindung sama dengan gas yang digunakan pada GTAW, yaitu Ar, He, dan C02, dialirkan selama proses pengelasan. Metode ini juga digunakan intuk mengelas logam yang reaktif terhadap oksigen. GMAW digunakan untuk mengelas bagian yang tebal, karena slag yang terjadi ketika pengelasan multipass tidak akan terjadi.

Keuntungan MIG welding:

* semua posisi
* deposition rate lebitinggi disbanding SMAW
* diperlukan welder skil lebih rendah di banding SMAW
* pengelasan dapat dilkukan secara kontinyu
* memerlukan post weld cleaning lebih sedikit

* Las GTAW (Gas Tungsten Arc Metal)/ TIG (Tungsten Inert Gas)

Gas inert yang biasanya di gunakan adalah wolfram untuk pelindung yang bagus sehingga atmosfir udara tidak masuk ke daerah lasan. Namun sekarang di gunakan Co2 (tidak inert) karena lebih murah dan stabil.

Elektroda tungsten bukan sebagai filler metal, sehingga perlu filler metal dari luar untuk mengisi gap sambungan. Filler metal bersama logam induk akan di cairkan oleh busur listrik yang terjadi antara elektroda dengan logam induk.

Metoda ini biasanya di gunakan untuk mengelas logam yang reaktif terhadap oksigen seperti paduan alumunium, magnesium, dan titanium. Metoda ini juga cocok untuk pelat tipis sampai dengan 5 mm.

Keuntungan TIG welding:

· sambungan las dengan kualitas terbaik

· bisa di lakukan pengelasantanpa filter material

· pengontrolan heat input sangat mudah

· tanpa percikan las

· distorsi sangat rendah

• Las SAW (Submerged Arc Welding)

pada pengelasan ini busur listrik di lindungi oleh serbuk flux yang terdiri dari lime, silica, MnO, CaF. Prinsip pada pengelasan ini hampir sama dengan pengelasan pada SMAW. Bedanya dengan SMAW adalah pada SAW flux tidak di bungkus ke elektroda, menggunakan elektroda kontinu, arus lebih tinggi sehingga dapat digunakan untuk mengelas benda yang lebih tebak hanya dengan langkah yang sedikit.

Pada pengelasan ini menggunakan logam pengisi kontinu berupa gulungan kawat. Besaran arus listrik AC/DC antara 600-2000 amper dan besaran voltase listrik AC/DC sampai dengan 440 volt. Bisanya di gunakan untuk mengelas pipa penyalur minyak dan gas.

Keuntungan Submerged Arc Welding (SAW):

· depositon rate sangat tinggi

· kualitas pegelasan sangat tinggi

· bisa di gunakan untuk otomalisasi

· tidak memerlukan skil operator yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini